Berupa tulisan-tulisan yang umumnya berbentuk esai (panjang / pendek) dengan judul-judul topik tertentu.
Drama di Dalam Kelas
Nyanyian Gereja di Sekolah Minggu
http://branckly.blogspot.com (Writting`s [sic] Collections: BrancklyEP`s Collection of paper waritting [sic])
Musik Sebagai Alat Bantu Mengajar
http://pepak.sabda.org (PEPAK -- Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen)
Secara alami seorang anak akan mudah terpesona oleh musik. Dalam pelayanan sekolah minggu, pujian dan musik dapat menjadi alat bantu yang mampu mengajarkan kebenaran Alkitab kepada anak-anak, baik dalam ibadah rutin pada hari Minggu maupun dalam kegiatan khusus. Musik adalah alat komunikator yang ampuh. Dengan bantuan melodi dan irama yang harmonis, namun sederhana dan mudah, maka syair atau lirik lagu yang mengandung kebenaran firman Tuhan dapat diajarkan dan ditanamkan ke dalam hati dan pikiran anak-anak.
Menyanyi merupakan alat bantu mengajar yang efektif dan merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak sehingga proses belajar mengajar dapat terjadi dengan lebih baik. Anak menjadi lebih cepat menerima serta memahami materi pengajaran, dan peluang anak untuk tetap mengingat menjadi lebih besar dibanding apabila hanya menerima kata-kata saja tanpa bantuan melodi dan irama musik. Sebagai alat bantu mengajar, musik dan pujian dapat berguna untuk:
Panggung Boneka dalam Sekolah Minggu
Mama Menanam Saya di Gereja
Pagi buta saya sudah dibangunkan, padahal saya masih ingin terus tidur. Lalu mama menyuruh saya untuk mengenakan pakaian yang bagus; kami akan ke gereja. Pada waktu itu umur saya sekitar 4 tahun. Itulah kenangan saya yang paling dini tentang gereja.
Di luar, udara dingin Bandung langsung menusuk. Pagi itu udara masih berkabut. Bersama ketiga kakak perempuan saya, kami berjalan ke gereja. Gereja kami terletak di Jalan Kebonjati.
Sekolah minggu diadakan dalam ruangan-ruangan di bagian belakang gereja. Kami duduk tenggelam di kursi besar mengitari meja panjang bertaplak hijau. Di ujung depan meja terdapat beberapa buku, entah buku apa. Ada juga palu kayu berukir. Suasana ruangan itu kaku dan tegang. Yang menarik hanya pigura besar bergambar Yesus memegang tongkat panjang dengan ujung melengkung. Murid di kelas saya berjumlah lima anak, jadi masih banyak kursi yang kosong. Di kemudian hari baru saya tahu bahwa ruangan itu adalah konsistori dan ruang rapat majelis jemaat.
Kuasa Doa
Doa adalah jalan utama yang Allah gunakan untuk mengubah kita. Doa yang sejati menghidupkan dan mengubah hidup. William Carey menulis, "doa yang rahasia, tekun, dan penuh kepercayaan merupakan awal mula dari kemiripan dengan Kristus." Semua orang yang pernah berjalan dengan Tuhan tahu bahwa doa merupakan hal yang utama hidup mereka. Marthin Luther pernah berkata, "Aku sibuk sekali sehingga aku tidak dapat mulai sebelum berdoa selama 3 jam setiap hari."
Kita semua mengerti bahwa doa sangat penting dan merasakan kebutuhan untuk berdoa bagi murid-murid kita. Jadi, apa yang dapat mencegah kita untuk tetap berdoa jika kita tahu bahwa itu benar?
Yesus Bertindak Sesuai Firman Allah
Yang terutama, Yesus memercayai, menaati, dan sering mengutip firman Allah.
Yesus Memercayai Firman Allah
Kita menyaksikan bahwa Yesus memercayai firman Allah dan memakai firman Allah sebagai pemahaman akan misi-Nya ke dunia. Ketika di dalam penjara Yohanes mendengar kabar tentang apa yang dilakukan Yesus, dia mengirim beberapa murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Yesus menjawab dengan kata-kata yang sangat mirip dengan Yesaya 35:3: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik." (Matius 11:4b-5) Pandangan yang sama diucapkan dalam khotbah-Nya di Nazaret. Di sana, dia mengatakan bahwa Yesaya 61:1-3 digenapi dalam misi-Nya untuk memberitakan kabar baik, menyembuhkan, dan menebus.
Menjadi Pelaku Firman
http://www.unitedfool.com/2009/10/28/pelaku-firman-tuhan (UnitedFool.com)
Perkataan Yesus ketika mengajar selalu sederhana dan mudah mengerti. Dia mengajar dengan penuh kasih dan wibawa sehingga orang-orang pun takjub kepada-Nya. Dalam Matius 7:24-27, kita mendapatkan bahwa Yesus berbicara tentang rumah yang dibangun di atas fondasi yang terbuat dari batu dan pasir.
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." (Matius 7:24-27)
Pendidik yang Mencintai Tuhan
Mengasihi Allah dengan Segenap Hati
Mengasihi Allah dengan Segenap Hati
Injil Matius 28:19 memuat Amanat Agung Tuhan Yesus bagi gereja. Ada tiga tugas penting gereja Tuhan: penginjilan, pemuridan, dan pengajaran. Orang Kristen harus memberitakan Injil kepada semua kaum, mengajarkan apa yang diajarkan Yesus, dan membaptis mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.