Skip to main content

Selamat Datang di Situs PEPAK

Bagaimana pelayanan anak di tempat Anda pada era digital masa kini? Ada banyak informasi, bahan, dan ide-ide kreatif untuk bisa terus belajar firman Tuhan yang dapat diikuti dalam situs PEPAK ini.

Berupa tulisan-tulisan yang umumnya berbentuk esai (panjang / pendek) dengan judul-judul topik tertentu.

Aktivitas Belajar Alkitab

Judul Buku
Mengenalkan Allah Kepada Anak
Pengarang
Wes Haystead
Halaman
98 -- 105
Penerbit
Yayasan Gloria
Kota
Yogyakarta
Tahun
1998
Pentingnya firman Tuhan bagi anak kecil dapat dengan lebih efektif dikomunikasikan melalui sikap dan tindakan orang dewasa. Misalnya, bila anak melihat orangtuanya membaca Alkitab, mendengar mereka mengaitkan apa yang dibaca dengan tindakan sehari-hari, dan ia merasakan ketergantungan orangtuanya kepada Alkitab sebagai sumber inspirasi utama, maka anak akan belajar menghargai firman Tuhan. Jika cara hidup orang dewasa mempraktikkan ajaran Alkitab, maka mereka menjadi contoh yang menarik bagi anak-anak

Sekolah Minggu Sebagai Pusat Pembelajaran

Judul Artikel
Learning Centers
Judul Buku
The Complete Handbook for Children Ministry
Pengarang
Dr. Robert J. Choun dan Dr. Michael S. Lawson
Halaman
181 -- 184
Penerbit
Thomas Nelson Publisher
Apakah cara terbaik untuk mengajarkan anak kecil mengendarai sepeda? Perlukah seorang guru meminta anak itu duduk menghadap mejanya untuk mengajari cara bersepeda? Perlukah dia memperlihatkan gambar orang yang sedang mengendarai sepeda dengan benar? Perlukah guru itu naik sepeda dan menunjukkan tekniknya sendiri? Barangkali hal-hal ini dapat sedikit membantu, tetapi kita tidak mungkin berharap bahwa sesudah itu anak akan langsung bisa menaiki kendaraan beroda dua dan mengayuhnya. Metode yang paling

Menolong Anak Mencapai Citra Tubuh yang Sehat

Judul Artikel
Families Online Magazine
Apakah Anda tahu bahwa sejumlah besar anak-anak perempuan, meskipun berat badannya dalam taraf normal, diyakinkan untuk melakukan diet? Hal ini menyebabkan mereka menghindari makan siang di sekolah, atau mungkin hanya makan sepotong makanan, seperti semangka, dan menghindari pilihan makanan bergizi seperti nasi (karbohidrat), daging (lemak), atau buah (gula). Mereka sering kali tidak tahu apa pun tentang gizi selain apa yang mereka ketahui dari majalah dan obrolan dengan teman-teman mereka. Pada

Apakah Anda tahu bahwa sejumlah besar anak-anak perempuan, meskipun berat badannya dalam taraf normal, diyakinkan untuk melakukan diet? Hal ini menyebabkan mereka menghindari makan siang di sekolah, atau mungkin hanya makan sepotong makanan, seperti semangka, dan menghindari pilihan makanan bergizi seperti nasi (karbohidrat), daging (lemak), atau buah (gula). Mereka sering kali tidak tahu apa pun tentang gizi selain apa yang mereka ketahui dari majalah dan obrolan dengan teman-teman mereka. Pada kesempatan lain, kaum muda ini menyadari dirinya tertarik dengan pola makan "telan dan keluarkan", mereka akan berusaha memuntahkan makanan mereka selisih beberapa menit setelah makan. Dampak jangka panjang kebiasaan ini adalah bahaya anoreksia dan bulimia. Anak laki-laki muda tidak kebal dengan tipuan citra tubuh. Walaupun mereka tidak melakukan pola "menelan dan mengeluarkan", mereka biasanya mudah terbujuk untuk mencoba-coba "suplemen bergizi" yang akan membesarkan otot semalaman dan menghancurkan semua lemak "waktu Anda tidur".

Membesarkan Anak-Anak Yang Sehat

Judul Artikel
Raising Healthy Children -- God`s Way
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1) Pada hari terakhir penciptaan, Allah menciptakan pria dan menempatkannya di taman Eden. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18) Lalu, ayat-ayat berikutnya menyebutkan bagaimana Allah menciptakan Hawa. Di Kejadian 1 kita membaca, "Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak.'"

Menanamkan Tingkah Laku yang Baik: Mengajar dengan Kesabaran dan Doa

Judul Artikel
Instilling Good Behaviour
Situs

(Children Ministries Sharon)

Sikap-Sikap yang Baik Sikap anak-anak terkait erat dengan bagaimana mereka dibesarkan. Akan tetapi, anak-anak sekarang cenderung merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan perasaan-perasaan mereka kapan pun mereka mau. Kebiasaan mereka mendorong sikap tidak menghormati. Bersikap kasar dan tidak menghormati telah menjelma menjadi sikap yang "keren". Akan tetapi, sebagai guru, kita perlu membantu anak-anak menghormati orang lain dan menyatakan keperluan serta keinginan-keinginan mereka sendiri dengan

Sikap-Sikap yang Baik

Sikap anak-anak terkait erat dengan bagaimana mereka dibesarkan. Akan tetapi, anak-anak sekarang cenderung merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan perasaan-perasaan mereka kapan pun mereka mau. Kebiasaan mereka mendorong sikap tidak menghormati. Bersikap kasar dan tidak menghormati telah menjelma menjadi sikap yang "keren".

Mengapa Kamu Harus Jujur?

Judul Artikel
Why Should You Be Honest?
Situs

http://www.kidstalkaboutgod.org (KidsTalkAboutGod.org)

"Saya dulu pernah berkata jujur, dan rasanya sangat menyenangkan. Jika kamu tidak jujur, kamu payah," ujar Britania, umur 6 tahun. Dulu? "Jujur itu sangat penting karena orang-orang perlu percaya kamu untuk berteman sama kamu," ujar Natalia, 9 tahun. "Kamu perlu berkata jujur agar orang-orang selalu percaya kamu apa pun yang terjadi," ujar Cecilia, 8 tahun. Amsal yang penuh hikmat berkata, "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas." (Amsal

Mengajarkan Nilai Kejujuran

Judul Artikel
Teaching Values: Honesty
Definisi Webster mengenai kejujuran: "menunjukkan kebenaran dan integritas; tidak tercemar; tidak menipu atau curang; ditandai dengan integritas atau kebenaran; memunyai karakter dan sikap yang adil atau sama rata, tidak memperdaya atau mencuri." Dalam Alkitab kejujuran adalah "ketulusan hati, integritas, dapat dipercaya, kemurnian, kebenaran, kesopanan, moralitas, kesucian, kebaikan."[1] Komponen dasar dari kejujuran adalah kebenaran.

Metode Perlombaan Untuk Mengembangkan Sekolah Minggu

Judul Buku
Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid I
Pengarang
Pembina Departemen Sekolah MInggu Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (Penyusun)
Halaman
193
Penerbit
Gandum Mas
Kota
Malang
Tahun
1997
Apakah Saudara ingin sekolah minggu Saudara berkembang? Ada bermacam-macam metode mengajar kreatif yang dapat mendorong perkembangan sekolah minggu. Salah satu teknik yang paling efektif adalah perlombaan. Seorang guru sekolah minggu bercerita tentang perlombaan yang diadakan di dalam kelasnya. Setiap anak layan yang hadir diberikan sebuah gambar lokomotif yang dibuat dari karton manila. Secarik pita yang panjang terulur dari bagian belakang lokomotif itu. Tiap Minggu sesudah itu ditambahkan sebuah

Manfaat Bermain Bagi Anak

Judul Artikel
1. Anugerah Sepanjang Hidup, 2. Tujuh Keterampilan yang Harus Dikembangkan
Judul Buku
2000 Permainan Aktivitas Terbaik Untuk Anak
Pengarang
Susan Kettmann
Halaman
1 -- 10
Penerbit
Primamedia
Kota
Jakarta
Tahun
2005
Diringkas oleh: Santi Titik Lestari Penelitian tentang perkembangan anak membuktikan bahwa satu cara mudah untuk meningkatkan keberhasilan anak dalam aspek sosial, emosional, dan intelektual adalah dengan menawarkan aneka permainan yang tepat. Anak-anak tidak akan pernah belajar sebanyak dan secepat selama 8 tahun pertama kehidupan mereka. Anda bisa membantu menjadikan 8 tahun pertama itu suatu perjalanan yang penuh dengan anugerah. Selama 8 tahun pertama ini, otak seorang anak bagaikan spons yang

Bermain dalam Sekolah Minggu

Judul Artikel
Pengertian Bermain dalam Sekolah Minggu
Judul Buku
20 Peraga Sekolah Minggu Asyik
Pengarang
Igrea Siswanto
Halaman
13 -- 19
Penerbit
Penerbit ANDI
Kota
Yogyakarta
Tahun
2006
Bermain dalam sekolah minggu adalah proses pengajaran yang menggunakan alat permainan, sumber belajar, dan kegiatan tanpa menggunakan peralatan. Tujuannya memberi informasi, cerita, kabar kebenaran, dan menumbuhkan iman kristiani anak-anak yang dapat diterima dengan rasa senang. Berdasarkan pengalaman penulis, praktik pengajaran di sekolah minggu hanya bercerita kepada anak sekolah minggu. Mereka tidak banyak dilibatkan secara aktif partisipatif tetapi hanya sebagai pendengar saja. Dengan adanya