Skip to main content

Selamat Datang di Situs PEPAK

Bagaimana pelayanan anak di tempat Anda pada era digital masa kini? Ada banyak informasi, bahan, dan ide-ide kreatif untuk bisa terus belajar firman Tuhan yang dapat diikuti dalam situs PEPAK ini.

Berupa tulisan-tulisan yang umumnya berbentuk esai (panjang / pendek) dengan judul-judul topik tertentu.

Kesempatan Pelayanan Selama Liburan Sekolah

Masa liburan adalah waktu untuk mengadakan kegiatan di luar ruangan -- untuk piknik, mendaki gunung, berenang, memasak bersama, atau berkemah. Masa liburan menawarkan banyak kesempatan istimewa bagi keluarga untuk menikmati waktu-waktu luang bersama. Banyak hal istimewa yang bisa dilakukan bersama keluarga, seperti menjelajahi alam atau daerah yang bahkan tidak tertera pada peta. Biasanya, suhu pada masa liburan sekolah [yang biasanya mengambil waktu pada bulan Juni -- Juli di Indonesia, Red.] akan sangat hangat, banyak sinar matahari dan cerah, sehingga memberikan kebebasan kepada kita untuk merancang kegiatan yang tidak mungkin dilakukan di musim penghujan.

Karakter Anak dan Guru Sekolah Minggu yang Serupa Kristus

Diringkas oleh: Santi Titik Lestari

Apakah tujuan sekolah minggu itu? Siapa yang menentukan? Apakah tujuan sekolah minggu di satu gereja berbeda dengan tujuan sekolah minggu di tempat lainnya? Apakah tujuan Komisi SM berbeda dengan tujuan komisi lainnya? Untuk tujuan jangka pendeknya mungkin dapat berbeda dan saling bervariasi, tetapi untuk tujuan akhirnya semua sama. Perlu diingat bersama bahwa tujuan yang sama itu, jangan pernah dikorbankan dengan tujuan-tujuan jangka pendek dari masing-masing bidang.

Apa yang Dihasilkan oleh Kemurahan Tuhan?

"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."(Matius 5:7)

"Biasanya, saya memberikan bantuan kepada sesama. Apakah saya harus tetap memberikan bantuan di saat krisis seperti ini?" Pertanyaan ini sering dilontarkan kepada saya, terutama di saat krisis keuangan. Alasannya, adanya anggapan bahwa memberikan bantuan hanya tepat dilakukan ketika seseorang mengalami kelimpahan. Ketika berada dalam masalah, mereka tidak diharuskan membantu sesama ataupun pekerjaan Tuhan. Benarkah demikian? Apakah yang seharusnya kita lakukan?

Mengajarkan Murah Hati kepada Anak

Diringkas oleh: Santi Titik L.

Apakah kita termasuk orang tua yang berpikir bahwa anak-anak kita bisa dengan sendirinya menghasilkan buah Roh, jika kita sudah membawa mereka ke sekolah minggu? Atau jika kita sudah membacakan Alkitab setiap hari pada mereka? Atau jika kita sudah mendoakannya siang dan malam?

Buah Roh adalah hasil dari karya Roh Kudus dari seorang yang memiliki dan mengikuti kehendak Kristus. Namun, untuk menghasilkan anak-anak yang menunjukkan buah Roh dalam keseharian hidup mereka, bukan hanya pekerjaan Roh Kudus saja yang menjadi andalan kita, melainkan pelatihan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan baik juga perlu kita ajarkan berulang-ulang pada anak.

Arti Natal yang Sejati

Natal merupakan hari raya yang diperingati setiap tahun. Kedatangan bulan Desember membawa segala sukacita Natal. Namun, apakah arti Natal yang sebenarnya? Apakah Natal berarti hadiah-hadiah yang tertumpuk di bawah pohon terang, hiasan lampu yang menghiasi bingkai jendela, kartu-kartu Natal yang memenuhi kotak surat, makan malam bersama seluruh anggota keluarga, salju yang bertebaran di halaman rumah, hiasan kaos kaki yang tergantung di ruang tengah, dan ucapan "Selamat Natal" bagi setiap orang yang kita temui di jalan? Apakah ini Natal yang sejati?

Ruang Untuk Bertumbuh

Salah satu hobi saya adalah berkebun. Saya menyukainya karena saya memiliki kesempatan untuk merenungkan firman Tuhan dalam kesendirian saya. Berkebun banyak memberikan pengajaran yang sangat baik. Salah satunya adalah bahwa tumbuhan memerlukan ruang untuk bertumbuh. Sebagai orang tua, saya merasa hal ini merupakan pelajaran yang penting untuk diingat, bahwa anak-anak membutuhkan ruang untuk bertumbuh di dalam Tuhan, sehingga mereka dapat bertambah kuat dalam iman dan berbuah bagi-Nya.

Teladan Seorang Pendidik

Jikalau Tuhan memberi kita hak untuk menjadi orang tua atau guru dari seseorang, kita harus sadar bahwa kita sedang dijadikan seorang arsitek jiwa bagi orang lain. Kita harus merencanakan bagaimana menjadikan mereka menjadi orang-orang yang akan dibentuk.

Ketika seseorang masih kanak-kanak, ia memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk dibentuk. Mereka cepat meniru orang lain, khususnya orang-orang yang mereka kagumi. Jikalau seorang anak menemukan orang yang ia kagumi, tidak lama kemudian semua gerak-geriknya akan sama seperti orang yang dikagumi itu.