Skip to main content

Selamat Datang di Situs PEPAK

Bagaimana pelayanan anak di tempat Anda pada era digital masa kini? Ada banyak informasi, bahan, dan ide-ide kreatif untuk bisa terus belajar firman Tuhan yang dapat diikuti dalam situs PEPAK ini.

Berupa tulisan-tulisan yang umumnya berbentuk esai (panjang / pendek) dengan judul-judul topik tertentu.

Pengajaran yang Efektif Dimulai dari Lutut Anda

Sesampainya di rumah dari makan malam dengan istrinya di sebuah restoran lokal pada hari Minggu, Mike meraih Alkitabnya, buku pedoman dan buku kelas sekolah minggu dari kursi belakang, dan membawanya ke ruang kerjanya.

Setelah menutup pintu ruang kerjanya, Mike membuka buku kelasnya dan mulai mendoakan nama-nama muridnya. Masing-masing nama mewakili seseorang yang Mike rasa telah Tuhan percayakan kepadanya. Waktu doa minggu sore ini merupakan yang pertama dari beberapa waktu doa yang akan berlangsung minggu itu.

Gembalakanlah Anak-Anak Domba-Ku

Petrus adalah seorang nelayan dan Tuhan Yesus memanggilnya menjadi penjala jiwa (Matius 4:19). Namun, setelah kebangkitan-Nya, Yesus tidak lagi menyebut Petrus seorang nelayan, tetapi gembala. Ada makna yang dalam pada perubahan itu. Ada satu perbedaan besar antara nelayan dan gembala. Nelayan menangkap apa yang tidak dipelihara atau diberi makan. Dia hanya mencari ikan yang sudah besar, membuang kembali semua ikan kecil dari jalanya ke laut. Gembala mengarahkan perhatian khusus untuk yang kecil dan yang lemah. Semua keuntungan gembala bergantung pada bagaimana ia memelihara dombanya.

Meningkatkan Kemampuan

Bacaan: 1 Timotius 4:6-16

Timotius mendapat tugas dan panggilan yang besar dari Tuhan melalui Paulus. Paulus sedang mempersiapkan Timotius untuk regenerasi kepemimpinan. Panggilan itu ialah menjadi pemimpin jemaat di saat masih berusia muda. Saat Timotius berusia muda, Timotius dipanggil untuk menjadi contoh atau teladan yang baik bagi kehidupan bersama (ayat 12). Ini bukan hal yang mudah. Tetapi bagi setiap mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus, tidak ada satu pun masalah yang tidak dapat diselesaikan. Tuhan berjanji menyertai kita. Tetapi dari pihak kita pun, kita dipanggil untuk mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri untuk mencapai keberhasilan itu. Jadi, harus ada sinergi antara kita dengan Tuhan yang memercayakan panggilan pelayanan, untuk menjadi teladan pada masa muda itu.

Pengembangan Kapasitas Diri

"Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." Matius 25:20-21

Merdeka di dalam Kristus

"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan." (Galatia 5:13-15)

Roh yang Memerdekakan

Diringkas oleh: Santi Titik Lestari

Kata "merdeka" adalah kata yang indah untuk didengar setiap orang. Merdeka adalah pengharapan bagi semua orang. Tidak ada seorang pun atau bangsa yang dengan rela diperbudak oleh orang lain. Mereka semua ingin menikmati kemerdekaan. Di bawah ini adalah beberapa argumen mengenai kemerdekaan, seperti:

Kebebasan untuk Berdoa

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." (Matius 18:2-5)