Berisi berbagai tulisan yang membahas semua hal tentang metode mengajar dan hal-hal yang berhubungan dengan tugas guru dalam mengajar serta bagaimana meningkatkan ketrampilan guru dalam mengajar.
Menyampaikan Cerita Alkitab untuk Kelas Kecil
Berdoalah.
Minta Tuhan untuk memberikan kata-kata seperti yang Tuhan ingin murid-murid dengarkan. Dia mengetahui kebutuhan mereka lebih daripada yang Anda tahu. Biarkan Dia bekerja melalui Anda.
Menguasai Seni Membawakan Cerita
- Kenalilah masing masing anak. Pelajarilah anak-anak untuk mengetahui minat, kebutuhan, dan ciri-ciri mereka.
Tolong! Saya Harus Bercerita!
Mungkin akan sedikit menakutkan ketika kita diminta mendongeng sebuah cerita. Hal pertama yang harus diingat adalah jangan panik. Karena bisa jadi, Anda lebih berpengalaman daripada apa yang Anda cemaskan. Hanya sedikit orang yang mencapai masa dewasanya tanpa pernah mendengarkan cerita yang dibacakan untuk mereka, membaca cerita sendiri, dan mungkin bercerita untuk orang lain. Pikirkan bagaimana Anda menikmati sebuah gaya bercerita dan simpan hal itu dalam pikiran selama Anda mempersiapkan diri Anda sendiri.
Bagaimana Memulai Bercerita?
Membaca berbagai cerita. Saat membaca, perhatikan bagaimana beberapa penulis bercerita tentang telinga (ini adalah cerita-cerita yang Anda inginkan), sedangkan penulis lainnya bercerita tentang mata. Beberapa cerita modern pada umumnya bersifat literal -- lebih menekankan gaya daripada plot/alur ceritanya -- sedangkan penulis seperti Elie Wiesel dan Leo Tolstoy menulis seperti cara kita berbicara.
Mengajar Cerita Alkitab
Mengajar cerita Alkitab merupakan suatu usaha untuk menyampaikan berita sukacita Tuhan kepada anak-anak. Karena kemampuan anak untuk memahami dan berkonsentrasi belum sebaik orang dewasa, pengajar harus dapat menyampaikan cerita secara menarik. Itu sebabnya, pelayanan terhadap anak menuntut kreativitas yang lebih besar daripada pelayanan terhadap orang dewasa.
Secara garis besar, ada dua tahap utama dalam mengajar cerita Alkitab, yaitu persiapan dan penyampaian.
Mengapa Bercerita Itu Penting?
Ada banyak alasan untuk bercerita, dan kita perlu menghilangkan anggapan seolah-olah bercerita itu hanya sebagai kegiatan anak-anak. Secara tradisional, hal itu belum pernah terjadi.
- Cerita-cerita menegaskan identitas kelompok. Mereka memenuhi kebutuhan untuk mengetahui dan merasakan keberadaan kita sebagai bagian dari suatu keluarga, bersatu melawan kesepian dan kerasnya kehidupan.
- Cerita membantu untuk menjawab pertanyaan fundamental kehidupan: Siapakah saya? Di mana Tuhan berada?
Daya Tarik Bercerita
Bila seseorang berkata: "Saya mau bercerita kepadamu" atau "Pada zaman dahulu", kita langsung merasa tertarik, ada sesuatu yang menarik perhatian kita. Bila kata-kata ini diungkapkan dalam acara formal, kita melihat orang-orang menjadi santai dan kita bisa merasakan adanya suatu harapan. Seperti yang dikatakan oleh J.R.R. Tolkien, bahwa suatu cerita bisa "... membuat anak atau orang yang mendengarnya ... menahan nafas, jantungnya berdebar-debar ...". Ini memang benar, tetapi mengapa?
Menjelaskan Roh Kudus kepada Anak
Anak-anak hidup untuk bertanya dan kita hidup untuk menjawab pertanyaan mereka.
Lima Menit Membaca Alkitab
Karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam keluarga mereka, guru sekolah minggu hendaknya bekerja sama dengan orang tua untuk mengenalkan Alkitab kepada anak. Dalam pertemuan dengan orang tua atau dalam kunjungan ke rumah anak, kita dapat memberikan petunjuk-petunjuk berikut.
Membuat Alkitab Menjadi "Hidup"
Apakah mata murid-murid Anda tidak tertuju kepada Alkitab saat sesi pembacaan Alkitab? Apakah anak yang Anda suruh membaca Alkitab, membaca Alkitab dengan monoton? Berikut adalah beberapa ide untuk membuat sesi pembacaan Alkitab menjadi hidup! Rencana, persiapan, dan praktik akan memastikan bahwa Anda memperlakukan Alkitab dengan benar, meski dengan cara yang inovatif.
Dasar-Dasar untuk Anak Prasekolah