Berupa tulisan-tulisan yang umumnya berbentuk esai (panjang / pendek) dengan judul-judul topik tertentu.
Tiga Tantangan yang dihadapi Guru Sekolah Minggu
Rick dan Kathy Hicks, dalam buku mereka, "Boomers, Xers, and Other Strangers", menjabarkan empat generasi yang hidup pada abad ke-20 ini. Mereka yang lahir dalam kurun 1901-1945 mendapat julukan, "builders"; yang lahir di antara 1946-1964, "baby boomers"; yang lahir pada periode 1965-1976, "generation X atau Xers"; sedangkan yang lahir dalam masa 1977-1997 disebut "Net Generation atau N-Geners".
Pengertian Terhadap Allah
Rasa ingin tahu membawa anak selalu bertanya, siapa yang menciptakan Allah? Di mana Allah tinggal? Mengapa Allah tidak menghancurkan setan? Apakah dengan pesawat Allah naik ke surga? Atau bagaimana aku dapat mengundang Yesus masuk ke dalam hatiku yang kecil ini? Seorang yang saleh sekalipun sukar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anak ini dengan tepat. Oleh karena itu jawablah dengan jujur, "Maaf, Ayah/Ibu tidak tahu!" Jawaban ini lebih baik daripada memberi jawaban salah, yang kemungkinan akan memberi pengaruh menyesatkan dalam keyakinannya.
Lowongan Tak Menarik
Di kantorku sedang ada lowongan kerja untuk satu posisi. Cuma satu orang yang dibutuhkan. Namun, responsnya? Wow! Aku harus berdecak sambil geleng-geleng kepala. Setiap hari berdatangan surat lamaran yang menyatakan berminat mengisi posisi yang ditawarkan. Dengan sederet "rayuan" dan daftar prestasi yang dijajarkan hampir sehalaman penuh demi mempromosikan diri sebagai yang terbaik, para pelamar berharap-harap cemas mengharapkan pihak personalia "jatuh hati" dan tergerak untuk memanggil mereka.
Tak Mau Kehilangan
Pertama kali aku terjun di Sekolah Minggu, aku melayani di kota kelahiranku, di gereja tempat aku dibina sejak kecil. Begitu asyiknya aku terikat di sana, sehingga aku enggan melepasnya meski sudah kuliah di luar kota. Aku memilih tetap mempertahankannya, dan baru melepaskan setelah menikah dan pindah domisili ke luar kota.
Menjadi Guru Sekolah Minggu adalah Panggilan
"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu," (Yohanes 15:16). Ucapan Tuhan Yesus berlaku untuk siapa saja yang terjun di ladang pelayanan; apa pun pelayanannya dan di mana pun pelayanan itu dilakukan. Termasuk di Sekolah Minggu. Jadi, jangan berpikir bahwa kita menjadi guru Sekolah Minggu itu karena kebetulan, tanpa sengaja, atau kesasar, apalagi karena "kecelakaan". Jangan. Menjadi seorang guru Sekolah Minggu sungguh-sungguh adalah panggilan Tuhan. Tuhan sendiri -- bukan siapa-siapa yang lain -- yang sudah memilih kita di ladang pelayanan ini.
Bagian Para Guru
Salah satu gerakan yang membawa harapan pada beberapa tahun terakhir ini adalah pengakuan betapa pentingnya untuk mengajar secara sungguh-sungguh, "bersifat pribadi", dan bertujuan. Tujuannya bukan hanya untuk memiliki pengetahuan Alkitab saja. Juga, tujuan itu bukan semata-mata untuk mengembangkan watak susila di dalam arti yang biasa. Kita harus mengajar murid-murid supaya mereka menjadi teman sekerja kita bersama-sama dengan Allah.
Melayani Tuhan
1 Petrus 4:10 , “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Matius 20:28 , “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang .”
Orang Tua yang Sempurna
Di dalam Alkitab Ibrani dan Yunani, Allah secara terus menerus digambarkan dalam peran-Nya sebagai Bapa. Namun, belas kasihan-Nya tidak hanya disamakan dengan kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya (Mazmur 103:13), tetapi juga kasih sayang seorang ibu kepada bayinya yang sedang menyusu (Yesaya 49:15). Orang tua yang penuh kasih adalah salah satu peran utama yang dilakukan oleh Pribadi yang sempurna ini.
Memilih di Antara Tiga Gaya Pengasuhan Anak
Ketika istri saya, Tanja, dan saya mulai berbicara tentang cara kami akan mengasuh anak, kami merefleksikan pengalaman kami sendiri saat tumbuh dewasa. Saya dibesarkan dalam gaya pengasuhan yang dominan yang bersifat otoriter pada waktu itu. Ini adalah norma, 'Lakukan apa yang saya katakan', 'Lakukan atau tidak', dan tidak ada penjelasan yang diberikan. Gaya pengasuhan ini dapat digambarkan sebagai gaya pengasuhan yang memiliki banyak batasan yang kuat, tetapi tidak banyak instruksi tentang alasannya.
Apa Tujuan dari Sekolah Alkitab Liburan?
Apa tujuan dari Sekolah Alkitab Liburan/SAL?